Dana Desa 2026 Harus Lebih Tepat Sasaran dan Berkelanjutan




Suaraindonesia.co-- Dana Desa sejak awal diluncurkan telah menjadi salah satu kebijakan penting dalam upaya pemerataan pembangunan di Indonesia. Memasuki tahun 2026, Dana Desa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sumber anggaran rutin, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk membangun desa yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan.


‎Salah satu tantangan utama Dana Desa hingga kini adalah ketepatan sasaran penggunaan. Pada 2026, pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan pendampingan agar Dana Desa benar-benar digunakan untuk kebutuhan prioritas masyarakat, seperti peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan pengembangan ekonomi lokal. Dana Desa seharusnya mendorong produktivitas desa, bukan hanya habis untuk proyek jangka pendek yang kurang berdampak.


‎Selain itu, Dana Desa 2026 perlu diarahkan lebih kuat pada pemberdayaan masyarakat. Pelibatan warga dalam perencanaan dan pengawasan harus ditingkatkan agar masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan. Dengan partisipasi aktif, risiko penyalahgunaan dana dapat ditekan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap program desa.


‎Transparansi juga menjadi kunci keberhasilan Dana Desa di masa depan. Pemanfaatan teknologi informasi, seperti publikasi anggaran dan laporan kegiatan secara terbuka, penting untuk membangun kepercayaan publik. Pemerintah desa yang transparan akan lebih mudah mendapatkan dukungan masyarakat dan mendorong tata kelola yang baik.


‎Secara keseluruhan, Dana Desa 2026 memiliki potensi besar untuk memperkuat fondasi pembangunan dari bawah. Namun, potensi tersebut hanya dapat terwujud jika Dana Desa dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan berorientasi jangka panjang. Dengan pengelolaan yang baik, Dana Desa bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan investasi masa depan bagi desa dan Indonesia.


(Redaksi)

Post a Comment

أحدث أقدم